Sunday, January 1, 2012





Kecepatan Cahaya (kelajuan cahaya dalam ruang vakum) adalah sebuah konstanta fisika yang disimbolkan dengan huruf c, singkatan dari celeritas berasal dari bahasa latin, yang berarti kecepatan. Konstanta ini sangat penting dalam fisika dan bernilai 299.792.458 meter per detik
. Nilai ini merupakan nilai eksak disebabkan oleh panjang meter didefinisikan berdasarkan konstanta kelajuan cahaya. Kecepatan ini merupakan kecepatan maksimum yang dapat dilalui oleh segala bentuk energi, materi, dan informasi dalam alam semesta. Kecepatan ini merupakan kecepatan segala parikel tak bermasa dan medan fisika, termasuk radiasai elektro magnetik dalam vakum. Kelajuan ini pula menurut teori modern adalah kecepatan gravitasi (kecepatan dari gelombang gravitasi). Partikel-partikel maupun gelombang-gelombang ini bergerak pada kecepatan c tanpa tergantung pada sumber gerak maupun kerangka acuan intersial pengamat. Dalam teori relativitas, c saling berkaitan dengan ruang dan waktu. Konstanta ini muncul pula pada persamaan fisika kesetaraan masa-energi E = mc2.
Kecepatan cahaya yang merambat melalui bahan-bahab transparan seperti gelas ataupun udara lebih lambat dari c. Rasio antara c dengan kecepatan v(kecepatan rambat cahaya dalam suatu materi) disebut sebagai indeks refraksi n material tersebut (n = c / v). Sebagai contohnya, indeks refraksi gelas umumnya berkisar sekitar 1,5, berarti bahwa cahaya dalam gelas bergerak pada kecepatan c / 1,5 ≈ 200.000 km/s; indeks refraksi udara untuk cahaya tampak adalah sekitar 1,0003, sehingga kecepatan cahaya dalam udara adalah sekitar 90 km/s lebih lambat daripada c.
Dalam banyak hal, cahaya dapat dianggap bergerak secara langsung dan instan, namun untuk jarak yang sangat jauh, batas kecepatan cahaya akan memberikan dampak pada pengamatan yang terpantau. Dalam berkomunikasi dengan wahana antariks, diperlukan waktu berkisar dari beberapa menit sampai beberapa jam agar pesan yang dikirim oleh wahana tersebut diterima oleh Bumi. Cahaya bintang yang kita lihat di angkasa berasal dari cahaya bintang yang dipancarkan bertahun-tahun lalu. Hal ini mengijinkan kita untuk mengkaji dan mempelajari sejarah alam semesta dengan melihat benda-benda yang sangat jauh. Kecepatan cahaya yang terbatas juga membatasi kecepatan maksimum komputer, oleh karena informasi harus dikirim dari satu chip ke chip lainnya dalam komputer.

No comments:

Post a Comment